Jumat, 25 Februari 2011

JULIUS CAESAR

Tatkala suasana politik bukan alang-kepalang hangat dan tajamnya, lahirlah di Roma seorang militer dan politikus Romawi yang masyhur, Gaius Julius Caesar, tahun 100 SM.

Di abad kedua sebelum Masehi, sesudah kemenangannya menundukkan Cartago dalam Perang Punik kedua, orang-orang Romawi sudah berhasil mendirikan kekaisaran yang luas. Penaklukan ini membikin mereka punya harta melimpah. Tetapi, peperangan membikin keadaan sosial ekonomi porak poranda dan banyak petani terusir dari sawah ladangnya. Senat Romawi, yang asalnya semacam dewan kota kecil, terbukti tak mampu mengatur negeri yang sudah begitu melebar secara efisien. Korupsi politik merajalela dan seluruh daerah Laut Tengah menderita sangat akibat ketidakbecusan pemerintah Romawi. Di Roma sendiri, bermula pada tahun 133 SM, sudah terjadi kekacaubalauan dalam masa yang cukup lama. Politisi, para jendral dan para demagog saling bergulat merebut kursi kekuasaan dan pasukan pemberontak (seperti yang dipimpin Marius tahun 87 SM dan yang dipimpin Sulla tahun 82 SM) bergerak langsung ke jantung Roma. Kendati kebrengsekan pemerintahan sudah jelas-jelas bagi setiap orang, umumnya rakyat Romawi masih tetap ingin mempertahankan sistem pemerintahan republik. Julius Caesar mungkin pemimpin politik penting pertama yang dengan gamblang melihat bahwa pemerintahan demokratis di Roma tak ada faedahnya dipertahankan, dan memang sesungguhnya sudah lama tak ada bawa faedah.

Caesar sendiri berasal-usul keluarga bangsawan lama. Dia peroleh pendidikan baik dan sebagai anak muda dia sudah menceburkan diri ke dunia politik. Pelbagai jabatan yang pernah dipegangnya, pertumbuhan karier politiknya yang mengesankan, hubungan persekutuan yang pernah dibuatnya, secara detail tidak akan dijabarkan di sini. Tetapi, tahun 58 SM ketika usianya menginjak empat puluh dua Julius Caesar ditunjuk sebagai gubernur yang membawahi tiga propinsi di bawah Roma: Cisalpine Gaul (bagian utara Itali); Illyricum (daerah pantai Yugoslavia kini); dan Narbanese Gaul (pantai Perancis sekarang). Di bawah komandannya saat itu ada empat pasukan Romawi yang beranggotakan 20.000 tentara.

Selama tahun-tahun antara 58-51 SM, Caesar menggunakan pasukan itu menyerbu dan menaklukkan sisa daerah Gaul, daerah yang kira-kira terdiri dari Perancis dan Belgia kini, berikut bagian-bagian dari Swiss, Jerman, dan Negeri Belanda. Meskipun jumlah pasukannya teramatlah sedikit, dia berhasil memukul orang-orang Gallik dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Romawi hingga menyentuh Sungai Rhine. Dia juga mengirimkan dua ekspedisi ke Inggris, tetapi tidak berhasil menaklukkan secara permanen.

Penaklukan Gaul membuat Caesar –yang memang sudah menjadi pemuka politik– seorang pahlawan tatkala kembali ke Roma. Dan di mata lawan-lawan politiknya malahan terlampau populer dan terlampau kuat. Ketika kendali komando militernya berakhir, dia diperintahkan oleh Senat Romawi kembali ke Roma dan menjadi penduduk biasa. Yang artinya tanpa punya pasukan samasekali. Caesar khawatir, dan kekhawatiran ini beralasan, karena jika dia kembali ke Roma tanpa pasukan, lawan-lawan politiknya akan menggunakan peluang menghancurkannya. Oleh sebab itu, di malam tanggal 10-11 Januari 49 SM, dalam perlawanan terbuka terhadap Senat, Caesar memimpin pasukannya menyeberangi Sungai Rubicon di belahan utara Italia dan menuju Roma. Ini merupakan langkah melanggar aturan dan tak lain daripada suatu pemula perang saudara antara pasukan Caesar di satu pihak melawan pasukan yang setia kepada Senat di lain pihak. Pertempuran berkecamuk tak kurang dari empat tahun lamanya yang akhirnya dimenangkan oleh Caesar. Pertempuran penghabisan yang menentukan terjadi di Munda, Spanyol, tanggal 7 Maret 45 SM.

Caesar berkesimpulan bahwa despotisme yang efisien yang diperlukan Romawi hanyalah dia yang bisa melakukannya. Dia kembali ke Roma bulan Oktober tahun 45 SM dan segera menjadi diktator seumur hidup. Di bulan Februari 44 SM dia ditawari mahkota tetapi mentah-mentah ditolaknya. Meskipun dia sudah jadi diktator militer, ini belum cukup meyakinkan secara mantap lawan-lawan yang berhaluan republik. Tanggal 15 Maret 44 SM, Caesar terbunuh di sidang Senat oleh tangan sebuah komplotan.

Di masa-masa akhir hayatnya, Caesar merancangkan pelbagai program perbaikan. Dia merencanakan penempatan veteran tentara serta kaum miskin penduduk Romawi di dalam suatu masyarakat baru di seluruh kekaisaran. Dia pun memperluas kewarganegaraan Romawi dengan memberi kesempatan kepada pelbagai golongan memasukinya. Dia merencanakan meletakkan dasar administrasi seragam untuk seluruh pemerintahan kota-kota di seluruh negeri. Dan tak lupa rencana pembangunan, serta kodifikasi hukum Romawi. Yang tidak berhasil dilakukannya adalah menyusun sistem konstitusi yang memuaskan untuk pemerintah Romawi. Dan inilah mungkin yang menjadi sebab utama kejatuhannya.

Karena selisih satu tahun antara kemenangan Caesar di Munda dengan terbunuhnya dia di sidang Senat di Roma, banyak rencana-rencananya tak sempat diterapkan. Karena itu sukar diperkirakan kesempurnaan pemerintahan yang bagaimana yang akan bisa dinikmati andaikata Caesar dapat terus hidup. Dari semua perbaikan-perbaikan, yang paling punya akibat lestari adalah diperkenalkannya kalender baru. Kalender baru yang diperkenalkannya ini, dengan sedikit penyempurnaan, tetap terpakai sejak itu.

Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma dalam sejarah, melekat dalam dirinya pelbagai rupa bakat. Dia seorang politikus yang sukses, seorang jendral yang brilian, seorang orator yang mempesona, dan seorang penulis yang bagus. Buku yang ditulisnya (De bello Gallico) melukiskan ihwal penaklukan Gaul, sudah lama dianggap sebagai karya kesusasteraan klasik. Menurut pendapat banyak mahasiswa, buku itu paling mudah dibaca dan paling menarik dari semua kesusasteraan klasik. Caesar berpembawaan berani, penuh energi, dan ganteng. Tak salah dicatat, Caesar terkenal juga seorang perayu ulung, seorang Don Yuan, bahkan menurut ukuran jamannya pun dia termasuk jempolan. (Petualangan cintanya yang paling terkenal tentu saja –romannya yang menggemparkan dengan Cleopatra).

Watak Caesar sering jadi sasaran kritik. Ambisinya terhadap kekuasaan terlampau besar, dan dia memang betul-betul gunakan jabatannya untuk perkaya diri. Tetapi, tak seperti umumnya politisi yang ambisius, dia tidaklah licik dan plintat-plintut, dan tidak pula munafik. Caesar seorang keras dan kejam tatkala memerangi Gaul. Di lain pihak, dia teramat ramah kepada orang-orang Romawi penentangnya yang sudah dipatahkannya.

Ini merupakan petunjuk dari nama baik yang melekat pada dirinya. Karena itu, baik gelar raja Jerman “Kaiser” maupun raja Rusia “Czar”, berasal dari nama Caesar. Dia senantiasa lebih masyhur dari cucu kemenakannya Agustus Caesar, tokoh yang sesungguhnya pendiri kekaisaran Romawi. Tetapi, pengaruh sesungguhnya Julius Caesar terhadap sejarah tidaklah setara dengan ketenaran namanya. Memang betul, dia pegang peranan penting dalam jatuhnya Republik Romawi. Tetapi arti penting ini tidaklah perlu dilebih-lebihkan, karena republik itu sebetulnya sudah sempoyongan dengan sendirinya.

Karya terpenting Caesar ialah penaklukannya atas Gaul. Daerah yang ditaklukkannya tetap berada di bawah kekuasaan Romawi selama hampir lima abad. Dalam jangka masa itu, semuanya “diromawikan.” Hukumnya, adat-istiadatnya, bahasanya, dan juga kekristenan Romawi. Bahasa Perancis sekarang pada dasar pokoknya berasal-usul dari bahasa Latin masa itu.

Penaklukan Caesar atas Gaul juga pengaruh penting terhadap Romawi sendiri, karena menyediakan pelindung buat Itali selama berabad-abad dari serangan dari sebelah utara. Sesungguhnya penaklukan Gaul merupakan faktor keamanan buat keseluruhan kekaisaran Romawi.

Apakah Romawi –cepat atau lambat– mampu menaklukkan Gaul tanpa Julius Caesar? Mereka tidak punya kelebihan teknologi atau kelebihan jumlah daripada suku-suku Gaul. Tetapi di lain pihak, Romawi sudah meluaskan daerahnya di masa sebelum Caesar menaklukkan Gaul, begitu pula sesudahnya. Menilai keefektifan segi militer Romawi saat itu dan keretakan yang ada dalam tubuh suku-suku Gallic, tampaknya memang kecil kemungkinan Gaul bisa bertahan sebagai suatu bangsa merdeka. Namun, tidaklah disangsikan lagi Caesar merupakan seorang jendral yang sesungguhnya sudah menaklukkan pasukan Celtic yang besar dan menaklukkan Gaul. Dan tercantumnya dia di daftar buku ini adalah karena terutama dari apa yang sudah dilakukannya itu.

Sumber:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
Baca Terusannya »»  

Thomas Alfa Edison

Penemu serba bisa Thomas Alfa Edison lahir tahun 1847 di kota Milan, Ohio, Amerika Serikat. Cuma tiga tahun dia peroleh pendidikan formal, sesudah itu disepak keluar sekolah karena si guru menganggap anak ini dungu luar biasa.

Ciptaan pertamanya, perekam suara elektronik dibikinnya tatkala umurnya dua puluh satu tahun. Hasil karyanya itu tidak dijualnya. Sesudah itu dia menekuni pembikinan peralatan yang diharapnya bisa laku terjual di pasar, tak lama sesudah dia berhasil membikin perekam suara elektronik, dia menemukan dan menyempurnakan mesin telegram yang secara otomatis mencetak huruf, yang dijualnya seharga 40.000 dolar, suatu jumlah besar pada saat itu. Sehabis itu, bagaikan antri dia menemukan hasil karya baru dan dalam tempo singkat Edison bukan saja masyhur tetapi juga berduit. Mungkin, penemuannya yang paling asli adalah mesin piringan hitam yang dipatenkannya tahun 1877. Tetapi, lebih terkenal di dunia dari itu adalah pengembangan bola lampu pijar yang praktis tahun 1879.

Edison bukan orang pertama yang menciptakan sistem penerangan listrik. Beberapa tahun sebelumnya lampu bersinarkan arus listrik telah digunakan buat penerangan lampu jalan di Paris. Tetapi, bola pijar Edison berikut sistem pembagian tenaga listrik yang dikembangkannya memungkinkan adanya penerangan listrik yang praktis untuk di rumah. Tahun 1882, perusahaannya mulai memproduksi listrik untuk rumah-rumah di New York, dan dalam tempo singkat sudah tersebar ke seluruh dunia.

Dengan berdirinya perusahaan listrik pertama untuk penerangan rumah-rumah, Edison berarti sudah meletakkan dasar bagi perkembangan industri besar. Penggunaan tenaga listrik bukan cuma buat penerangan tetapi untuk seluruh aspek kebutuhan rumah tangga, mulai dari televisi hingga mesin cuci. Lebih jauh lagi, kegunaan tenaga listrik lewat distribusi jaringan-jaringan yang didirikan Edison dengan sendirinya mendorong penggunaan listrik untuk sektor industri.

Edison juga memberi sumbangan besar luar biasa buat perkembangan kamera perfilman serta proyektor. Dia membuat penyempurnaan penting pertilponan (karbon transmiternya meningkatkan kejelasan pendengaran), penyempurnaan di bidang telegram, dan mesin tik. Diantara penemuan lainnya antara lain mesin dikte, mesin kopi dan tempat penyimpanan yang digerakkan baterei. Boleh dibilang, Edison merancang lebih dari 1000 penemuan, suatu jumlah yang betul-betul tak masuk akal.

Satu sebab produktivitasnya amat mengherankan adalah karena pada awal-awal kariernya dia membangun sebuah laboratorium penyelidikan di Menlo Park, New Jersey. Di situlah dia menghimpun kelompok pembuat yang berkemampuan membantunya. Ini adalah cikal bakal sebuah laboratorium penyelidikan yang kemudian ditiru oleh begitu banyak industri. Laboratorium pemula Edison yang modern, suatu pusat penyelidikan yang berperalatan lengkap di mana begitu banyak orang bekerja bersama merupakan suatu team, adalah pula hasil karyanya yang penting, meskipun tentu saja sesuatu yang tidak bisa dia patenkan.

Edison bukanlah seorang penemu semata; dia juga terlibat dalam pembikinan dan mengorganisir pelbagai perusahaan industri. Yang paling penting diantaranya akhirnya menjelma menjadi General Electric Company.

Meski secara pembawaan dia bukan seorang ilmuwan murni, Edison membikin satu penemuan ilmiah. Di tahun 1882 dia menemukan bahwa dalam keadaan mendekati hampa udara, arus listrik dapat dialirkan diantara dua kawat yang tidak bersentuhan satu sama lain. Fenomena ini –disebut penemuan Edison– bukan sekedar punya maksud teoritis yang penting, tetapi juga punya arti penggunaan praktis yang bermakna. Ini menuntun ke arah perkembangan tabung hampa udara dan peletakan dasar industri elektronik.

Hampir sepenuh masa hidupnya, Edison menderita pendengaran lemah. Tetapi, meski begitu, dia lebih dari sekedar dapat mengatasi hambatan itu dengan kerja kerasnya yang mengagumkan. Edison kawin dua kali (istri pertamanya mati muda), punya tiga anak dari masing-masing istri. Dia meninggal tahun 1931 di West Orange, New Jersey.

Tak ada perselisihan paham mengenai bakat Edison. Tiap orang sepakat bahwa dialah penemu besar yang genius yang pernah hidup. Barisan penemuan-penemuannya yang amat bermanfaat dianggap menggemparkan dan membikin dengkul menggigil, meskipun mungkin saja sebagiannya dikembangkan oleh orang lain dalam tempo tiga puluh tahun. Namun, bila kita perhatikan penemuan-penemuan pribadinya, akan tampak oleh kita bahwa tak satu pun daripadanya punya arti penting yang bersifat menentukan. Misalnya bola pijar, walaupun digunakan secara luas, bukanlah barang yang tak tergantikan dalam dunia modern. Fakta menunjukkan, penerangan yang berasal dari radiasi dan keluar terpencar dalam bentuk cahaya, yang bekerja atas dasar prinsip-prinsip ilmiah yang sepenuhnya berbeda, juga digunakan orang secara luas, dan dalam kehidupan kita sehari-hari tidaklah ada bedanya apabila kita tidak menggunakan bola lampu pijar samasekali. Sesungguhnya, sebelum penerangan listrik digunakan, lilin, lampu minyak, dan lampu gas sudah secara umum dipandang sebagai kadar penerangan yang memuaskan.

Alat piringan hitam memang suatu penemuan cerdik, tetapi tak seorang pun menganggap alat itu sudah mampu mengubah kehidupan kita sehari-hari seperti halnya peranan yang disuguhkan radio, televisi atau tilpon. Lebih jauh dari itu, dalam tahun-tahun belakangan ini, telah dapat diciptakan alat perekam suara dengan metode yang sama sekali berbeda, seperti misalnya pita magnetik kaset. Dan andaikata tidak ada mesin piringan hitam, rasanya tidak apa-apa. Banyak paten-paten Edison yang berkaitan dengan penyempurnaan alat-alat, sebetulnya sudah ditemukan oleh orang lain lebih dulu, bahkan sudah dalam bentuk yang sudah bisa dimanfaatkan. Penyempurnaan-penyempurnaan ini –meski banyak menolong– tak bisa dianggap sebagai suatu arti penting dalam rangkaian gerakan sejarah secara umum.

Tetapi, kendati tak satu pun hasil penemuan Edison memiliki arti penting yang menggemparkan, berguna juga untuk diingat bahwa dia tidak cuma menciptakan satu alat, tetapi lebih dari seribu. Atas dasar pertimbangan inilah saya menempatkan Edison lebih tinggi ketimbang penemu termasyhur seperti Guglielmo Marconi dan Alexander Graham Bell.
Baca Terusannya »»  

Selasa, 22 Februari 2011

CHRISTOPHER COLUMBUS

Colombus, dalam upaya mencari jalan dari Eropa ke Timur, tak sengaja menemui benua Amerika yang membuatnya lebih berpengaruh dalam sejarah dunia, di luar dugaannya sendiri. Penemuannya sekaligus merupakan mahkota eksplorasi dan kolonisasi Dunia Baru dan sekaligus pula merupakan tonggak penting dalam sejarah. Colombus bagaikan membuka pintu bagi bangsa Eropa dua benua untuk pemukiman baru, menyebar penduduk dan menyediakan sumber kekayaan mineral dan isi bumi yang pada gilirannya mengubah wajah Eropa. Berbarengan dengan itu, penemuannya juga mengakibatkan hancurnya kebudayaan bangsa Indian. Dalam jangka panjang, penemuan itu melahirkan satu bangsa baru di benua belahan Barat, yang dengan amat cepatnya membedakan diri dengan bangsa Indian selaku penduduk asli. Walhasil, Colombus membawa perubahan besar bagi bangsa-bangsa di Dunia Lama.

Garis besar kisah Colombus bukan masalah baru. Dia dilahirkan di Genoa, Itali, tahun 1451. Tatkala berangkat dewasa, dia menjadi nakhoda kapal dan seorang navigator yang cekatan. Akhirnya Colombus yakin bukan mustahil menemukan jalan lebih praktis ke daerah Asia di timur dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik dan dia dengan tekun merintis tekadnya. Tentu saja niat besar ini tidak bakal terlaksana tanpa biaya cukup. Karena itulah Colombus membujuk Ratu Isabella I menyediakan anggaran untuk ekspedisi percobaannya.

Kapalnya melepas sauh pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492. Melabuh pertama di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Membongkar sauh di Kepulauan Canary tanggal 6 September dan berlayar laju arah ke barat. Sebuah pelayaran yang bukan main panjang, sehingga tidak aneh jika para awak kapal merasa ngeri dan kepingin balik saja. Colombus? Tidak! Perjalanan mesti diteruskan, sekali layar terkembang pantang digulung. Dan tanggal 2 Oktober 1492 bagaikan seutas sutera hijau daratan tampak di haluan.

Colombus kembali ke Spanyol bulan Maret berikutnya dari penjelajahan yang dahsyat itu disambut orang dengan penuh penghormatan. Sesudah itu dia melakukan serentetan pelayaran melintas Atlantik dengan harapan menjejakkan kaki di Cina dan Jepang. Tetapi sia-sia! Colombus tetap bersiteguh pada pikirannya bahwa dia sudah menemukan jalur perjalanan ke Asia Timur jauh sebelum orang lain sadar.

Ratu Isabella menjanjikan Colombus jadi gubernur di pulau mana pun yang ditemuinya. Tetapi, selaku administrator dia betul-betul tidak becus sehingga dipecat dari jabatannya dan dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Tetapi, sesampainya di Spanyol dia dibebaskan hanya saja tak pernah diberi jabatan lagi. Kabar angin mengatakan Colombus mati dalam kemiskinan tanpa ada dana apa pun. Tatkala kematiannya di tahun 1506 –kabar lain lagi– ada jugalah sedikit harta kekayaannya.

Jelas, pelayaran pertama Colombus merupakan perubahan revolusioner bagi sejarah Eropa, dan malahan punya pengaruh lebih besar bagi Benua Eropa. Anak-anak sekolah semua menghafal tahun 1492 merupakan tahun penting. Walau begitu masih ada banyak kemungkinan yang keberatan menempatkan nama Colombus dalam urutan daftar buku ini.

Salah satu keberatan adalah karena bukannya Colombus orang Eropa pertama yang menemukan Dunia Baru. Leif Ericson, pelaut Viking, berabad-abad sebelum Colombus sudah menjejakkan kaki di Benua Amerika dan bolehlah dipercaya beberapa orang Eropa lain juga sudah menyeberangi Samudera Atlantik di masa-masa antara Leif Ericson dan Colombus.

Dari sudut sejarah, Leif Ericson bukanlah tokoh penting. Hal-hal menyangkut penemuannya belum pernah tersebar luas, begitu pula tidak meninggalkan perubahan apa pun baik di Amerika maupun Eropa. Sebaliknya, berita penemuan Amerika oleh Colombus menyebar bagai kilat ke seluruh Eropa. Hanya beberapa tahun sekembalinya Colombus, dan sebagai akibat langsung dari penemuannya, banyak ekspedisi tambahan berdatangan di Dunia Baru dan penaklukan serta kolonisasi pun mulailah.

Seperti halnya tokoh-tokoh lain di dalam buku ini, Colombus mudah terkena gangguan pelbagai komentar seakan-akan apa yang ia lakukan orang lain juga lakukan andaikata Colombus tidak pernah hidup di dunia. Eropa abad ke-15 M berada dalam keadaan risau dan berkemelut: dunia perdagangan berkembang, penjelajahan daerah baru tak terelakkan. Bangsa Portugis nyatanya memang aktif amat mencari arus jalan baru ke Timur, pada saat-saat menentukan sebelum Colombus.

“Pendaratan Columbus”oleh John Vanderlyn"

Adalah mungkin sekali Amerika cepat atau lambat ditemukan oleh orang Eropa; bahkan mungkin sekali kalaulah ada penundaan, saatnya tidak begitu lama. Tetapi perkembangan berikutnya akan sangat jauh berbeda apabila Amerika ditemukan –katakanlah tahun 1510– oleh ekspedisi orang Perancis atau Inggris dan bukannya tahun 1492 oleh Colombus. Dengan dalih apa pun memang nyatanya Colombus lah orang yang menemukan benua Amerika.

Kemungkinan keberatan ketiga adalah, bahkan sebelum perjalanan Colombus banyak orang-orang Eropa abad ke-15 yang sudah maklum bahwa sesungguhnya bumi ini bulat bentuknya. Teori ini sudah diungkapkan oleh filosof Yunani berabad-abad sebelumnya, dan pembenaran yang tak tergoyahkan dari hipotesa Aristoteles sudah cukup untuk meyakinkan kaum terpelajar Eropa di tahun 1400-an. Sementara itu, Colombus sendiri tidak terkenal orang yang menunjukkan bahwa bumi ini bulat. (Paling tidak, dia tidak berhasil melakukannya). Dia masyhur dalam hal penemuan Dunia Baru, yang baik orang Eropa abad ke-15 atau Aristoteles tak tahu menahu adanya benua Amerika.

Akhlak Colombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir. Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar. Juga –walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang– dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat. Karena itu, daftar buku ini bukanlah terdiri dari orang-orang yang paling bijak bestari dalam sejarah, melainkan orang yang paling berpengaruh, dan dalam kerangka ukuran ini Colombus menempati urutan nyaris paling atas.

Sumber:
http://www.digitalhistory.uh.edu/learning_history/spain/spain_art.cfm
http://www1.minn.net/~keithp/
http://www.evgschool.org/Columbus’s%20Sailing%20Ships.htm
——————————————————————————–
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
Baca Terusannya »»  

GEORGE WASHINGTON

Lahir tahun 1732 di Wakefield, Virgina, anak petani berada, George Washington mewarisi sebidang perkebunan yang luas pada umur dua puluh tujuh tahun. Dari tahun 1753-1758 Washington masuk dinas tentara, ambil bagian aktif dalam peperangan tentara Perancis lawan Indian, dan peroleh banyak pengalaman dan pujian. Dia kembali ke Virginia akhir tahun 1758, dan ambil pensiun. Tak lama kemudian dia kawin dengan Martha Dandridge Custis janda kaya beranak dua. (Dia sendiri tak pernah punya anak).

Washington dalam lima belas tahun berikutnya mengelola perkebunannya dengan pengelolaan yang rapi. Di tahun 1774, tatkala dia terpilih jadi wakil Virginia menghadiri Kongres Kontinental Pertama, dia merupakan orang terkaya di koloni Amerika. Washington bukanlah orang pertama yang menyerukan kemerdekaan; tetapi di bulan Juni 1775 dalam Kongres Kontinental kedua (yang dia juga jadi wakil Virginia), dia terpilih jadi panglima tentara seluruh Kontinental. Pengalaman militernya, kekayaannya dan reputasinya, potongan badannya (tinggi kekar 1,9 m), bakat administratomya dan –di atas segala-galanya– pendirian dan watak yang tegas, menopangnya sehingga dapat menduduki posisi itu. Sepanjang pertempuran dilakukannya tanpa imbalan uang serta memberi contoh-contoh pengabdian yang tanpa pamrih.

Keberhasilan Washington yang paling menonjol dirampungkannya sekitar tahun 1775 tatkala dia memimpin pasukan Kontinental dan di bulan Maret 1797 tatkala masa jabatan kepresidenannya yang ke-2 berakhir. Dia menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Mount Vernon, Virginia, bulan Desember 1799.

Kedudukan kuncinya yang menentukan dalam rangka mendirikan negara Amerika Serikat berangkat dari tiga macam peranan yang dimainkannya.

Pertama, dia merupakan pimpinan militer yang berhasil dalam perang kemerdekaan Amerika. Memang benar, Washington bukanlah seorang militer yang genius, tidaklah lebih menonjol ketimbang Alexander Yang Agung, Yulius Caesar. Tetapi, perlu diingat, sementara banyak panglima Amerika menderita kekalahan berat, Washington (meskipun mengalami juga beberapa kekalahan kecil) masih mampu meneruskan pertempuran dan membawa panji-panji kemenangan.

Kedua, Washington menjadi ketua konvensi konstitusi. Kendati ide-ide Washington tidaklah memainkan peranan menentukan dalam penyusunan konstitusi Amerika, tetapi dorongannya, nama baiknya, menentukan sekali tatkala pengesahannya. Saat itu ada tantangan terhadap konstitusi baru, dan kalau saja tanpa pengaruh Washington rasanya konstitusi itu sukar diterima.

Ketiga, Washington merupakan presiden pertama Republik Amerika Serikat. Amerika Serikat sesungguhnya layak merasa beruntung punya presiden pertama yang punya bobot besar dan karakter kuat. Coba saja lihat dan bandingkan dengan begitu banyak contoh negara-negara di Amerika Latin maupun Afrika yang walaupun didirikan lewat dasar konstitusi demokratis tetapi teramat cepat merosot jadi diktator militer. Sedangkan Washington dengan teguhnya memelihara republik dari perpecahan tanpa diiringi ambisi terus-terusan berkuasa. Dia tidak sudi jadi raja maupun diktator. Dialah orang yang menanamkan kaidah perlunya perpindahan kekuasaan dari satu tangan ke tangan lain lewat cara damai. Kaidah ini tetap dianut di Amerika Serikat hingga saat ini.

George Washington bukanlah pemikir murni dan tajam seperti halnya pemuka-pemuka Amerika lain pada jamannya seperti Thomas Jefferson, James Madison, Alexander Hamilton dan Benjamin Franklin. Namun, dia lebih unggul dari semua mereka itu. Soalnya, Washington –baik saat perang maupun saat damai– senantiasa memberi sumbangan dalam bentuk kekuatan watak dalam kepemimpinan pemerintahan, yang tanpa dia tak bakal ada langkah-langkah politik yang berhasil. Saham peranan Madison dalam pembentukan Republik Amerika Serikat adalah penting, tetapi dalam kaitan ini apa yang dilakukan Washington pun hampir sama penting dan menentukannya.

Pencantuman George Washington dalam daftar urutan buku ini sebagian besar tergantung dari penilaian historis mengenai berdirinya sebuah Republik Amerika Serikat. Penentuan yang tak berpihak mengenai arti penting berdirinya Amerika Serikat tentu saja sulit dilakukan oleh seorang Amerika yang hidup sekarang ini. Kendati Amerika Serikat dipertengahan abad ke-20 memegang posisi keunggulan militer dan punya pengaruh politik bahkan lebih besar dari apa yang pernah dimiliki oleh Kekaisaran Romawi pada saat puncak kejayaannya, tetapi kekuatan politiknya tidaklah berlangsung lama seperti halnya Romawi. Sebaliknya, jelas sekali bahwa beberapa kemajuan teknologi yang dicapai Amerika Serikat dianggap punya arti besar oleh kebudayaan lain dan pada saat yang lain. Penemuan pesawat terbang –misalnya– dan pendaratan manusia di bulan telah merealisir impian jaman lampau dan tampaknya tak terbayangkan bahwa penemuan senjata nuklir dapat terbukti.

Karena George Washington seorang tokoh politik Amerika yang secara umum dapat dihubungkan dengan Augustus Caesar dari Romawi, tampaknya layak menempatkan kedudukan Washington dalam daftar hampir berdekatan dengan Augustus. Jika Washington diletakkan lebih bawah, ini semata-mata karena masa kepemimpinannya lebih singkat ketimbang pemerintahan Augustus, dan karena banyak tokoh (seperti Thomas Jefferson dan James Madision) juga memainkan peranan penting dalam pembentukan Republik Amerika Serikat. Tetapi, kedudukan urutan George Washington lebih tinggi dari tokoh-tokoh seperti Alexander Yang Agung dan Napoleon karena hasil karya Washington dan keberhasilan-keberhasilan yang diperbuatnya begitu punya daya jangkau pengaruh yang lebih jauh dan lestari.

——————————————————————————–
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
Baca Terusannya »»  

ALBERT EINSTEIN

Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori “relativitas”-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus “relativitas” yang dirumuskannya tahun 1905 dan teori umum “relativitas” yang dirumuskannya tahun 1915, lebih terkenal dengan hukum gaya berat Einstein. Kedua teori ini teramat rumitnya, karena itu bukan tempatnya di sini menjelaskan sebagaimana adanya, namun uraian ala kadarnya tentang soal relativitas khusus ada disinggung sedikit. Pepatah bilang, “semuanya adalah relatif.”  

Teori Einstein bukanlah sekedar mengunyah-ngunyah ungkapan yang nyaris menjemukan itu. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang pasti tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relatif. Hakikatnya, penilaian subyektif terhadap waktu dan ruang tergantung pada si penganut. Sebelum Einstein, umumnya orang senantiasa percaya bahwa dibalik kesan subyektif terdapat ruang dan waktu yang absolut yang bisa diukur dengan peralatan secara obyektif. Teori Einstein menjungkir-balikkan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolut. Contoh berikut ini dapat menggambarkan betapa radikal teorinya, betapa tegasnya dia merombak pendapat kita tentang ruang dan waktu.

Bayangkanlah sebuah pesawat ruang angkasa –sebutlah namanya X–meluncur laju menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik. Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat ruang angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan. Sementara itu, sebuah pesawat ruang angkasa lain yang bernama Y meluncur laju pada arah yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tetapi dengan kecepatan yang berlebih. Apabila pengamat di bumi mengukur kecepatan pesawat ruang angkasa Y, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa.
Nah, karena kedua pesawat ruang angkasa itu melaju pada arah yang bersamaan, akan tampak bahwa beda kecepatan antara kedua pesawat itu 80.000 kilometer per detik dan pesawat yang lebih cepat tak bisa tidak akan bergerak menjauhi pesawat yang lebih lambat pada kadar kecepatan ini.

Tetapi, teori Einstein memperhitungkan, jika pengamatan dilakukan dari kedua pesawat ruang angkasa, mereka akan bersepakat bahwa jarak antara keduanya bertambah pada tingkat ukuran 100.000 kilometer per detik, bukannya 80.000 kilometer per detik.
Kelihatannya hal ini mustahil. Kelihatannya seperti olok-olok. Pembaca menduga seakan ada bau-bau tipu. Menduga jangan-jangan ada perincian yang disembunyikan. Padahal, sama sekali tidak! Hasil ini tidak ada hubungannya dengan tenaga yang digunakan untuk mendorong mereka.
Tak ada keliru pengamatan. Walhasil, tak ada apa pun yang kurang, alat rusak atau kabel melintir. Mulus, polos, tak mengecoh. Menurut Einstein, hasil kesimpulan yang tersebut di atas tadi semata-mata sebagai akibat dari sifat dasar alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan lewat rumus ihwal komposisi kecepatannya.

Tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi “teori relativitas” bagaikan menjauhi hipotesa “menara gading,” seolah-olah teori itu tak punya arti penting samasekali. Tak seorang pun –tentu saja tidak– membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu kesimpulan “teori relativitas” Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak tepermanai besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.

Orang karuan saja tak bakal bisa membikin sebuah bom atom atau pusat tenaga nuklir semata-mata berpegang pada rumus E = mc2. Haruslah dikaji pula dalam-dalam, banyak orang memainkan peranan penting dalam proses pembangkitan energi atom. Namun, bagaimanapun juga, sumbangan pikiran Einstein tidaklah meragukan lagi. Tak ada yang cekcok dalam soal ini. Lebih jauh dari itu, tak lain dari Einstein orangnya yang menulis surat kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939, menunjukkan terbukanya kemungkinan membikin senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting bagi Amerika Serikat selekas-lekasnya membikin senjata itu sebelum didahului Jerman. Gagasan itulah kemudian mewujudkan “Proyek Manhattan” yang akhirnya bisa menciptakan bom atom pertama.

“Teori relativitas khusus” mengundang beda pendapat yang hangat, tetapi dalam satu segi semua sepakat, teori itu merupakan pemikiran yang paling meragukan yang pernah dirumuskan manusia. Tetapi, tiap orang ternyata terkecoh karena “teori relativitas umum” Einstein merupakan titik tolak pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan fisik dalam makna yang biasa, melainkan akibat dari bentuk lengkung angkasa luar sendiri, suatu pendapat yang amat mencengangkan!
Bagaimana bisa orang mengukur bentuk lengkung ruang angkasa?

Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis, melainkan dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga orang bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji. Pengamatan berikutnya –dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan tatkala gerhana matahari total– telah berulang kali diyakini kebenarannya karena bersamaan benar dengan apa yang dikatakan Einstein.

Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya tidak atas dasar percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar kehalusan simetri dan matematik. Pendeknya berpijak diatas dasar rasional seperti lazimnya kebiasaan para filosof Yunani dan para cendekiawan abad tengah perbuat. Ini berarti, Einstein berbeda cara dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan empiris. Tetapi, bedanya ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan keindahan dan simetri tak pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang mekanik yang mampu bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit, sedangkan Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan. Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara intelektual memuaskan semua teori ilmiah.

Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara terpisah. Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada yang kena dalam banyak hal, tetapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori umum relativitas, sepanjang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa kecuali. Tak ada keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis atau percobaan praktek yang menunjukkan bahwa ramalan-ramalan teori umum relativitas hanya berlaku secara kira-kira. Bisa saja percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik hasil sempurna yang pernah dicapai oleh sesuatu teori, tetapi sepanjang menyangkut teori umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.

Meskipun Einstein teramat terkenal dengan “teori relativitas”-nya, keberhasilan karyanya di bidang ilmiah lain juga membuatnya tersohor selaku ilmuwan dalam setiap segi. Nyatanya, Einstein peroleh Hadiah Nobel untuk bidang fisika terutama lantaran buah pikiran tertulisnya membeberkan efek-efek foto elektrik, sebuah fenomena penting yang sebelumnya merupakan teka-teki para cerdik pandai. Dalam karya tulisan ilmiah itu Einstein membuktikan eksistensi photon, atau partikel cahaya.

Anggapan lama lewat percobaan yang tersendat-sendat mengatakan bahwa cahaya itu terdiri dari gelombang elektro magnit, dan gelombang serta partikel merupakan konsep yang berlawanan. Sedangkan hipotesa Einstein menunjukkan suatu perbedaan yang radikal dan amat bertentangan dengan teori-teori klasik. Bukan saja hukum foto elektriknya terbukti punya arti penting dalam penggunaan, tetapi hipotesanya tentang photon punya pengaruh besar dalam perkembangan teori kuantum (hipotesa bahwa dalam radiasi, energi elektron dikeluarkan tidak kontinyu melainkan dalam jumlah tertentu) yang saat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari teori itu.

Dalam hal menilai arti penting Einstein, suatu perbandingan dengan Isaac Newton merupakan hal menyolok. Teori Newton pada dasarnya mudah dipahami, dan kegeniusannya sudah tampak pada awal mula perkembangan. Sedangkan “teori relativitas” Einstein teramat sulit dipahami biarpun lewat penjelasan yang cermat dan hati-hati. Lebih-Lebih rumit lagi jika mengikhtisarkan aslinya! Tatkala beberapa gagasan Newton mengalami benturan dengan gagasan ilmiah pada jamannya, teorinya tak pernah tampak luntur atau goyah dengan pendiriannya. Sebaliknya, “teori relativitas” penuh dengan hal yang saling bertentangan. Ini merupakan bagian dari kegeniusan Einstein bahwa pada saat permulaan, ketika gagasannya masih merupakan hipotesa yang belum diuji yang dikemukakannya selaku orang muda belasan tahun yang samasekali tidak dikenal, dia tak pernah membiarkan kontradiksi yang nyata-nyata ada ini dan mencampakkan teorinya. Sebaliknya malahan dia dengan sangat cermat dan hati-hati merenungkan terus hingga ia mampu menunjukkan bahwa kontradiksi ini hanya pada lahirnya saja sedangkan sebenarnya tiap masalah selalu tersedia untuk memecahkan kontradiksi itu dengan cara yang halus namun cerdik dan tegas.

Kini, kita anggap teori Einstein itu pada dasarnya lebih “correct” ketimbang teori Newton. Jika begitu halnya kenapa Einstein ditempatkan Lebih bawah dalam daftar tingkat urutan buku ini?
Alasannya tersedia. Pertama, teori-teori Newton lah yang merupakan peletak dasar dan batu pertama ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Tanpa karya Newton, kita tidak akan menyaksikan teknologi modern sekarang ini. Bukannya Einstein.

Ada lagi faktor yang menyebabkan mengapa kedudukan Einstein dalam urutan seperti yang pembaca saksikan. Dalam banyak hal, perkembangan suatu ide melibatkan sumbangan pikiran banyak orang. Ini jelas sekali misalnya dalam ihwal sejarah sosialisme, atau dalam pengembangan teori listrik dan magnit. Meskipun Einstein tidak 100% merumuskan “teori relativitas” dengan otaknya sendiri, yang sudah pasti sebagian terbesar memang sahamnya. Adalah adil mengatakan bahwa ditilik dari perbandingan arti penting ide-ide lain, teori-teori relativitas terutama berasal dari kreasi seorang, si genius dan si jempolan, Einstein.

Einstein lahir tahun 1879, di kota Ulm, Jerman. Dia memasuki perguruan tinggi di Swiss dan menjadi warganegara Swiss tahun 1900. Di tahun 1905 dia mendapat gelar Doktor dari Universitas Zurich tetapi (anehnya) tak bisa meraih posisi akademis pada saat itu. Di tahun itu pula dia menerbitkan kertas kerja perihal “relatif khusus,” perihal efek foto elektrik, dan tentang teori gerak Brown. Hanya dalam beberapa tahun saja kertas-kertas kerja ini, terutama yang menyangkut relativitas, telah mengangkatnya menjadi salah seorang ilmuwan paling cemerlang dan paling orisinal di dunia. Teori-teorinya sangat kontroversial. Tak ada ilmuwan dunia kecuali Darwin yang pernah menciptakan situasi kontroversial seperti Einstein. Akibat itu, di tahun 1913 dia diangkat sebagai mahaguru di Universitas Berlin dan pada saat berbarengan menjadi Direktur Lembaga Fisika “Kaisar Wilhelm” serta menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Jabatan-jabatan ini tidak mengikatnya untuk sebebas-bebasnya mengabdikan sepenuh waktu melakukan penyelidikan-penyelidikan, kapan saja dia suka.

Pemerintah Jerman tidak menyesal menyiram Einstein dengan sebarisan panjang kedudukan yang istimewa itu karena persis dua tahun kemudian Einstein berhasil merumuskan “teori umum relativitas,” dan tahun 1921 dia memperoleh Hadiah Nobel. Sepanjang paruhan terakhir dari kehidupannya, Einstein menjadi buah bibir dunia, dan hampir dapat dipastikan dialah ilmuwan yang masyhur yang pernah lahir ke dunia.

Karena Einstein seorang Yahudi, kehidupannya di Jerman menjadi tak aman begitu Hitler naik berkuasa. Di tahun 1933 dia hijrah ke Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi dan di tahun 1940 menjadi warga negara Amerika Serikat. Perkawinan pertama Einstein berujung dengan perceraian, hanya perkawinannya yang kedua tampaknya baru bahagia. Punya dua anak, keduanya laki-laki. Einstein meninggal dunia tahun 1955 di Princeton.

Einstein senantiasa tertarik pada ihwal kemanusiaan dunia di sekitarnya dan sering mengemukakan pandangan-pandangan politiknya. Dia merupakan pelawan teguh terhadap sistem politik tirani, seorang pendukung gigih gerakan Pacifis, dan seorang penyokong teguh Zionisme. Dalam hal berpakaian dan kebiasaan-kebiasaan sosial dia tampak seorang yang individualistis. Suka humor, sederhana dan ada bakat gesek biola. Tulisan pada nisan makam Newton yang berbunyi: “Bersukarialah para arwah karena hiasan yang ditinggalkannya bagi kemanusiaan!” sebetulnya lebih kena untuk Einstein.
——————————————————————————–
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
Baca Terusannya »»  

Senin, 21 Februari 2011

GALILEO GALILEI

Ilmuwan Itali besar ini
mungkin lebih
bertanggung jawab
terhadap perkembangan
metode ilmiah dari
siapa pun juga.
Galileo lahir di Pisa, tahun
1564. Selagi muda
belajar di Universitas
Pisa tetapi mandek
karena urusan
keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia mampu
dapat posisi pengajar di
universitas itu.
Beberapa tahun
kemudian dia
bergabung dengan Universitas Padua dan
menetap di sana hingga
tahun 1610.

Dalam
masa inilah dia
menciptakan tumpukan
penemuan-penemuan ilmiah. Sumbangan penting
pertamanya di bidang
mekanika. Aristoteles
mengajarkan, benda
yang lebih berat jatuh
lebih cepat ketimbang benda yang lebih
enteng, dan
bergenerasi-generasi
kaum cerdik pandai
menelan pendapat
filosof Yunani yang besar pengaruh ini.
Tetapi, Galileo
memutuskan mencoba
dulu benar-tidaknya,
dan lewat serentetan
eksperimen dia berkesimpulan bahwa
Aristoteles keliru. Yang
benar adalah, baik
benda berat maupun
enteng jatuh pada
kecepatan yang sama kecuali sampai batas
mereka berkurang
kecepatannya akibat
pergeseran udara.
(Kebetulan, kebiasaan
Galileo melakukan percobaan melempar
benda dari menara Pisa
tampaknya tanpa
sadar).

Mengetahui hal ini,
Galileo mengambil
langkah-langkah lebih
lanjut. Dengan hati-hati
dia mengukur jarak
jatuhnya benda pada saat yang ditentukan
dan mendapat bukti
bahwa jarak yang
dilalui oleh benda yang
jatuh adalah
berbanding seimbang dengan jumlah detik
kwadrat jatuhnya
benda.

Penemuan ini
(yang berarti
penyeragaman
percepatan) memiliki arti penting tersendiri.
Bahkan lebih penting
lagi Galileo
berkemampuan
menghimpun hasil
penemuannya dengan formula matematik.
Penggunaan yang luas
formula matematik dan
metode matematik
merupakan sifat
penting dari ilmu pengetahuan modern.

Sumbangan besar
Galileo lainnya ialah
penemuannya
mengenai hukum
kelembaman.
Sebelumnya, orang percaya bahwa benda
bergerak dengan
sendirinya cenderung
menjadi makin pelan
dan sepenuhnya
berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang
menambah kekuatan
agar terus bergerak.
Tetapi percobaan-
percobaan Galileo
membuktikan bahwa anggapan itu keliru.
Bilamana kekuatan
melambat seperti
misalnya pergeseran,
dapat dihilangkan,
benda bergerak cenderung tetap
bergerak tanpa batas.
Ini merupakan prinsip
penting yang telah
berulang kali
ditegaskan oleh Newton dan digabungkan
dengan sistemnya
sendiri sebagai hukum
gerak pertama salah
satu prinsip vital dalam
ilmu pengetahuan. Penemuan Galileo yang
paling masyhur adalah
di bidang astronomi.
Teori perbintangan di
awal tahun 1600-an
berada dalam situasi yang tak menentu.
Terjadi selisih pendapat
antara penganut teori
Copernicus yang
matahari-sentris dan
penganut teori yang lebih lama, yang bumi-
sentris. Sekitar tahun
1609 Galileo
menyatakan
kepercayaannya bahwa
Copernicus berada di pihak yang benar,
tetapi waktu itu dia
tidak tahu cara
membuktikannya. Di
tahun 1609, Galileo
dengar kabar bahwa teleskop diketemukan
orang di Negeri
Belanda.

Meskipun
Galileo hanya
mendengar samar-
samar saja mengenai peralatan itu, tetapi
berkat kegeniusannya
dia mampu
menciptakan sendiri
teleskop. Dengan alat
baru ini dia mengalihkan
perhatiannya ke langit
dan hanya dalam
setahun dia sudah
berhasil membikin
serentetan penemuan besar.

Dilihatnya bulan itu
tidaklah rata
melainkan benjol-
benjol, penuh kawah
dan gunung-gunung.
Benda-benda langit, kesimpulannya,
tidaklah rata serta licin
melainkan tak
beraturan seperti
halnya wajah bumi.


Ditatapnya Bima Sakti dan tampak olehnya
bahwa dia itu bukanlah
semacam kabut
samasekali melainkan
terdiri dari sejumlah
besar bintang-bintang yang dengan mata
telanjang memang
seperti teraduk dan
membaur satu sama
lain. Kemudian diincarnya
planit-planit dan
tampaklah olehnya
Saturnus bagaikan
dilingkari gelang.


Teleskopnya melirik Yupiter dan tahulah dia
ada empat buah bulan
berputar-putar
mengelilingi planit itu.
Di sini terang-
benderanglah baginya bahwa benda-benda
angkasa dapat berputar
mengitari sebuah planit
selain bumi.
Keasyikannya menjadi-
jadi: ditatapnya sang surya dan tampak
olehnya ada bintik-
bintik dalam wajahnya.
Memang ada orang lain
sebelumnya yang juga
melihat bintik-bintik ini, tetapi Galileo
menerbitkan hasil
penemuannya dengan
cara yang lebih efektif
dan menempatkan
masalah bintik-bintik matahari itu menjadi
perhatian dunia ilmu
pengetahuan.
Selanjutnya,
penelitiannya beralih
ke planit Venus yang memiliki jangka serupa
benar dengan jangka
bulan. Ini merupakan
bagian dari bukti
penting yang
mengukuhkan teori Copernicus bahwa bumi
dan semua planit
lainnya berputar
mengelilingi matahari.

Ilustrasi dari hukum
daya pengungkit
Galileo dipetik dari
buku Galileo
‘Perbincangan
Matematik dan
Peragaan’ Penemuan teleskop dan
serentetan penemuan
ini melempar Galileo ke
atas tangga
kemasyhuran.
Sementara itu, dukungannya terhadap
teori Copernicus
menyebabkan dia
berhadapan dengan
kalangan gereja yang
menentangnya habis- habisan. Pertentangan
gereja ini mencapai
puncaknya di tahun
1616: dia diperintahkan
menahan diri dari
menyebarkan hipotesa Copernicus.

Galileo
merasa tergencet
dengan pembatasan ini
selama bertahun-tahun.
Baru sesudah Paus
meninggal tahun 1623, dia digantikan oleh
orang yang mengagumi
Galileo. Tahun
berikutnya, Paus baru
ini –Urban VIII– memberi pertanda walau samar-
samar bahwa larangan
buat Galileo tidak lagi
dipaksakan. Enam tahun berikutnya
Galileo menghabiskan
waktu menyusun karya
ilmiahnya yang penting
Dialog Tentang Dua
Sistem Penting Dunia.
Buku ini merupakan
peragaan hebat hal-hal
yang menyangkut
dukungan terhadap
teori Copernicus dan
buku ini diterbitkan tahun 1632 dengan ijin
sensor khusus dari
gereja. Meskipun
begitu, penguasa-
penguasa gereja
menanggapi dengan sikap berang tatkala
buku terbit dan Galileo
langsung diseret ke
muka Pengadilan
Agama di Roma dengan
tuduhan melanggar larangan tahun 1616.

Tetapi jelas, banyak
pembesar-pembesar
gereja tidak senang
dengan keputusan
menghukum seorang
sarjana kenamaan. Bahkan dibawah hukum
gereja saat itu, kasus
Galileo dipertanyakan
dan dia cuma dijatuhi
hukuman enteng.
Galileo tidak dijebloskan ke dalam
bui tetapi sekedar kena
tahanan rumah di
rumahnya sendiri yang
cukup enak di sebuah
villa di Arcetri.

Teorinya dia tidak
boleh terima tamu,
tetapi nyatanya aturan
itu tidak dilaksanakan
sebagaimana mestinya.
Hukuman lain terhadapnya hanyalah
suatu permintaarn agar
dia secara terbuka
mencabut kembali
pendapatnya bahwa
bumi berputar mengelilingi matahari.
Ilmuwan berumur 69
tahun ini
melaksanakannya di
depan pengadilan
terbuka. (Ada ceritera masyhur yang tidak
tentu benarnya bahwa
sehabis Galileo menarik
lagi pendapatnya dia
menunduk ke bumi dan
berbisik pelan, “Tengok, dia masih terus
bergerak!”).

Di kota Arcetri dia meneruskan
kerja tulisnya di bidang
mekanika. Galileo
meninggal tahun 1642. Sumbangan besar
Galileo terhadap
kemajuan ilmu
pengetahuan sudah
lama dikenal. Arti
penting peranannya terletak pada
penemuan-penemuan
ilmiah seperti hukum
kelembaman,
penemuan teleskopnya,
pengamatan bidang astronominya dan
kegeniusannya
membuktikan hipotesa
Copernicus. Dan yang
lebih penting adalah
peranannya dalam hal pengembangan
metodologi ilmu
pengetahuan.
Umumnya para filosof
alam mendasarkan
pendapatnya pada pikiran-pikiran
Aristoteles serta
membuat penyelidikan
secara kualitatif dan
fenomena yang
terkategori. Sebaliknya, Galileo menetapkan
fenomena dan
melakukan pengamatan
atas dasar kuantitatif.
Penekanan yang cermat
terhadap perhitungan secara kuantitatif sejak
itu menjadi dasar
penyelidikan ilmu
pengetahuan di masa-
masa berikutnya. Galileo mungkin lebih
punya tanggung jawab
daripada orang mana
pun untuk penyelidikan
ilmiah dengan sikap
empiris. Dialah, dan bukannya yang lain,
yang pertama kali
menekankan arti
penting peragaan
percobaan-percobaan,
dia menolak pendapat bahwa masalah-
masalah ilmiah dapat
diputuskan bersama
dengan kekuasaan,
apakah kekuasaan itu
namanya Gereja atau kaidah dalil Aristoteles.
Dia juga menolak keras
bersandar pada skema-
skema yang
menggunakan alasan
ruwet dan bukannya bersandar pada dasar
percobaan yang mantap.
Cerdik cendikiawan
abad tengah
memperbincangkan
bertele-tele apa yang harus terjadi dan
mengapa sesuatu hal
terjadi, tetapi Galileo
bersikeras pada arti
penting melakukan
percobaan untuk memastikan apa
sesungguhnya yang
terjadi. Pandangan
ilmiahnya jelas
gamblang tidak berbau
mistik, dan dalam hubungan ini dia
bahkan lebih modern
ketimbang para
penerusnya, seperti
misalnya Newton. Galileo, dapat dianggap
orang yang taat
beragama. Lepas dari
hukuman yang
dijatuhkan terhadap
dirinya dan pengakuannya, dia
tidak menolak baik
agama maupun gereja.
Yang ditolaknya
hanyalah percobaan
pembesar-pembesar gereja untuk menekan
usaha penyelidikan
ilmu pengetahuannya.
Generasi berikutnya
amat beralasan
mengagumi Gahleo sebagai lambang
pemberontak terhadap
dogma dan terhadap
kekuasaan otoriter
yang mencoba
membelenggu kemerdekaan berfikir.
Arti pentingnya yang
lebih menonjol lagi
adalah peranan yang
dimainkannya dalam
hal meletakkan dasar- dasar metode ilmu
pengetahuan modern.

Sumber:
http://www-
groups.dcs.st-and.ac.uk/
~history/
Mathematicians/
Galileo.html

http://galileo.rice.edu/

http://www.hao.ucar.edu/
public/education/sp/
images/galileo.html

http://www.bbc.co.uk/
history/
historic_figures/
galilei_galileo.shtml
Baca Terusannya »»  

ISAAC NEWTON

ilmuwan paling besar
dan paling berpengaruh
yang pernah hidup di
dunia, lahir di
Woolsthrope, Inggris,
tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan
tahun dengan wafatnya
Galileo.

Seperti halnya
Nabi Muhammad, dia
lahir sesudah ayahnya
meninggal. Di masa bocah dia sudah
menunjukkan
kecakapan yang nyata
di bidang mekanika dan
teramat cekatan
menggunakan tangannya.

Meskipun
anak dengan otak
cemerlang, di sekolah
tampaknya ogah-
ogahan dan tidak
banyak menarik perhatian.

Tatkala
menginjak akil baliq,
ibunya
mengeluarkannya dari
sekolah dengan
harapan anaknya bisa jadi petani yang baik.
Untungnya sang ibu
bisa dibujuk, bahwa
bakat utamanya tidak
terletak di situ. Pada
umurnya delapan belas dia masuk Universitas
Cambridge.

Di sinilah Newton secara kilat
menyerap apa yang
kemudian terkenal
dengan ilmu pengetahuan dan
matematika dan dengan
cepat pula mulai
melakukan
penyelidikan sendiri.
Antara usia dua puluh satu dan dua puluh
tujuh tahun dia sudah
meletakkan dasar-dasar
teori ilmu pengetahuan
yang pada gilirannya
kemudian mengubah dunia.

Pertengahan abad ke-17
adalah periode
pembenihan ilmu
pengetahuan.
Penemuan teropong
bintang dekat permulaan abad itu
telah merombak
seluruh pendapat
mengenai ilmu
perbintangan. Filosof
Inggris Francis Bacon dan Filosof Perancis
Rene Descartes kedua-
duanya berseru kepada
ilmuwan seluruh Eropa
agar tidak lagi
menyandarkan diri pada kekuasaan Aristoteles,
melainkan melakukan
percobaan dan
penelitian atas dasar
titik tolak dan
keperluan sendiri.

Apa yang dikemukakan oleh
Bacon dan Descartes,
sudah dipraktekkan
oleh si hebat Galileo.
Penggunaan teropong
bintang, penemuan baru untuk penelitian
astronomi oleh Newton telah
merevolusionerkan
penyelidikan bidang
itu, dan yang dilakukannya di sektor
mekanika telah
menghasilkan apa yang
kini terkenal dengan
sebutan “Hukum gerak Newton ” yang pertama. Ilmuwan besar lain,
seperti William Harvey,
penemu ihwal
peredaran darah dan
Johannes Kepler
penemu tata gerak planit-planit di seputar
matahari,
mempersembahkan
informasi yang sangat
mendasar bagi
kalangan cendikiawan. Walau begitu, ilmu
pengetahuan murni
masih merupakan
kegemaran para
intelektual, dan masih
belum dapat dibuktikan –apabila digunakan
dalam teknologi– bahwa ilmu pengetahuan
dapat mengubah pola
dasar kehidupan
manusia sebagaimana
diramalkan oleh
Francis Bacon.

Walaupun Copernicus
dan Galileo sudah
menyepak ke pinggir
beberapa anggapan
ngelantur tentang
pengetahuan purba dan telah menyuguhkan
pengertian yang lebih
genah mengenai alam
semesta, namun tak
ada satu pokok pikiran
pun yang terumuskan dengan seksama yang
mampu membelokkan
tumpukan pengertian
yang gurem dan tak
berdasar seraya
menyusunnya dalam suatu teori yang
memungkinkan
berkembangnya
ramalan-ramalan yang
lebih ilmiah.

Tak lain dari Isaac Newton-lah orangnya yang sanggup
menyuguhkan
kumpulan teori yang
terangkum rapi dan
meletakkan batu
pertama ilmu pengetahuan modern
yang kini arusnya jadi
anutan orang.

Newton sendiri agak ogah-ogahan
menerbitkan dan
mengumumkan
penemuan-penemuannya.
Gagasan dasar sudah disusunnya jauh sebelum tahun
1669 tetapi banyak
teori-teorinya baru
diketahui publik
bertahun-tahun
sesudahnya.
Penerbitan pertama penemuannya
adalah menyangkut
penjungkir-balikan
anggapan lama tentang
hal-ihwal cahaya.

Dalam serentetan percobaan yang
seksama, Newton
menemukan fakta
bahwa apa yang lazim
disebut orang “cahaya putih” sebenarnya tak lain dari campuran
semua warna yang
terkandung dalam
pelangi.
Dan ia pun dengan sangat hati-hati
melakukan analisa tentang akibat-akibat
hukum pemantulan dan
pembiasan cahaya.
Berpegang pada hukum
ini dia –pada tahun 1668– merancang dan
sekaligus membangun
teropong refleksi
pertama, model
teropong yang
dipergunakan oleh sebagian terbesar
penyelidik bintang-
kemintang saat ini.
Penemuan ini,
berbarengan dengan
hasil-hasil yang diperolehnya di bidang
percobaan optik yang
sudah diperagakannya,
dipersembahkan
olehnya kepada
lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala
ia berumur dua puluh
sembilan tahun.

Keberhasilan Newton di
bidang optik saja
mungkin sudah
memadai untuk
mendudukkan Newton
pada urutan daftar buku ini.
Sementara itu
masih ada penemuan-penemuan yang kurang
penting di bidang
matematika murni dan
di bidang mekanika.
Persembahan terbesarnya di bidang
matematika adalah
penemuannya tentang
“kalkulus integral” yang mungkin
dipecahkannya tatkala
ia berumur dua puluh
tiga atau dua puluh
empat tahun.

Penemuan ini merupakan hasil karya
terpenting di bidang
matematika modern.
Bukan semata bagaikan
benih yang daripadanya
tumbuh teori matematika modern,
tetapi juga perabot tak
terelakkan yang tanpa
penemuannya itu
kemajuan pengetahuan
modern yang datang menyusul merupakan
hal yang mustahil.
Biarpun Newton tidak
berbuat sesuatu apapun
lagi, penemuan
“kalkulus integral”-nya saja sudah memadai
untuk menuntunnya ke
tangga tinggi dalam
daftar urutan buku ini. Tetapi penemuan-
penemuan Newton yang
terpenting adalah di
bidang mekanika,
pengetahuan sekitar
bergeraknya sesuatu benda. Galileo
merupakan penemu
pertama hukum yang
melukiskan gerak
sesuatu obyek apabila
tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar.

Tentu saja pada dasarnya
semua obyek
dipengaruhi oleh
kekuatan luar dan
persoalan yang paling penting dalam ihwal
mekanik adalah
bagaimana obyek
bergerak dalam
keadaan itu. Masalah
ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum
geraknya yang kedua
dan termasyhur dan
dapat dianggap sebagai
hukum fisika klasik
yang paling utama.
Hukum kedua (secara matematik dijabarkan dcngan persamaan F = m.a) menetapkan bahwa
akselerasi obyek adalah
sama dengan gaya netto dibagi massa benda.
Terhadap kedua hukum
itu Newton menambah
hukum ketiganya yang
masyhur tentang gerak
(menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya
kekuatan fisik,
terdapat reaksi yang
sama dengan yang
bertentangan) serta
yang paling termasyhur penemuannya tentang
kaidah ilmiah hukum
gaya berat universal.
Keempat perangkat
hukum ini, jika
digabungkan, akan membentuk suatu
kesatuan sistem yang
berlaku buat seluruh
makro sistem
mekanika, mulai dari
pergoyangan pendulum hingga gerak planit-
planit dalam orbitnya
mengelilingi matahari
yang dapat diawasi dan
gerak-geriknya dapat
diramalkan. Newton tidak cuma menetapkan
hukum-hukum
mekanika, tetapi dia
sendiri juga
menggunakan alat
kalkulus matematik, dan menunjukkan
bahwa rumus-rumus
fundamental ini dapat
dipergunakan bagi
pemecahan problem.

Hukum Newton dapat dan sudah
dipergunakan dalam
skala luas bidang
ilmiah serta bidang
perancangan pelbagai
peralatan teknis. Dalam masa hidupnya,
pemraktekan yang
paling dramatis adalah
di bidang astronomi. Di
sektor ini pun Newton
berdiri paling depan. Tahun 1678 Newton
menerbitkan buku
karyanya yang masyhur
Prinsip-prinsip
matematika mengenai
filsafat alamiah (biasanya diringkas
Principia saja). Dalam
buku itu Newton mengemukakan
teorinya tentang
hukum gaya berat dan
tentang hukum gerak.
Dia menunjukkan
bagaimana hukum- hukum itu dapat
dipergunakan untuk
memperkirakan secara
tepat gerakan-gerakan
planit-planit seputar
sang matahari. Persoalan utama gerak-
gerik astronomi adalah
bagaimana
memperkirakan posisi
yang tepat dan gerakan
bintang-kemintang serta planit-planit,
dengan demikian
terpecahkan
sepenuhnya oleh
Newton hanya dengan
sekali sambar. Atas karya-karyanya itu
Newton sering dianggap
seorang astronom
terbesar dari semua
yang terbesar. Apa penilaian kita
terhadap arti penting
keilmiahan Newton ? Apabila kita buka-buka
indeks ensiklopedia
ilmu pengetahuan, kita
akan jumpai ihwal
menyangkut Newton beserta hukum-hukum
dan penemuan-
penemuannya dua atau
tiga kali lebih banyak
jumlahnya dibanding
ihwal ilmuwan yang manapun juga. Kata
cendikiawan besar
Leibniz yang sama
sekali tidak dekat
dengan Newton bahkan
pernah terlibat dalam suatu pertengkaran
sengit: “Dari semua hal yang menyangkut
matematika dari mulai
dunia berkembang
hingga adanya Newton,
orang itulah yang
memberikan sumbangan terbaik.” Juga pujian diberikan
oleh sarjana besar
Perancis, Laplace: “Buku Principia Newton
berada jauh di atas
semua produk manusia
genius yang ada di
dunia.” Dan Langrange sering menyatakan
bahwa Newton adalah
genius terbesar yang
pernah hidup.
Sedangkan Ernst Mach
dalam tulisannya di tahun 1901 berkata,
“Semua masalah
matematika yang sudah
terpecahkan sejak masa
hidupnya merupakan
dasar perkembangan
mekanika berdasar atas hukum-hukum Newton. ” Ini mungkin merupakan
penemuan besar
Newton yang paling
ruwet: dia menemukan
wadah pemisahan
antara fakta dan hukum, mampu
melukiskan beberapa
keajaiban namun tidak
banyak menolong
untuk melakukan
dugaan-dugaan; dia mewariskan kepada
kita rangkaian
kesatuan hukum-
hukum yang mampu
dipergunakan buat
permasalahan fisika dalam ruang lingkup
rahasia yang teramat
luas dan mengandung
kemungkinan untuk
melakukan dugaan-
dugaan yang tepat. Dalam uraian yang
begini ringkas, adalah
mustahil membeberkan
secara terperinci
penemuan-penemuan
Newton. Akibatnya, banyak karya-karya
yang agak kurang tenar
terpaksa harus
disisihkan biarpun
punya makna penting di
segi penemuan dalam bidang masalahnya
sendiri. Newton juga
memberi sumbangsih
besar di bidang
thermodinamika
(penyelidikan tentang panas) dan di bidang
akustik (ilmu tentang
suara). Dan dia pulalah
yang menyuguhkan
penjelasan yang jernih
bagai kristal prinsip- prinsip fisika tentang
“pengawetan ” jumlah gerak agar tidak
terbuang serta
“pengawetan ” jumlah gerak sesuatu yang
bersudut. Antrian
penemuan ini kalau
mau bisa diperpanjang
lagi: Newtonlah orang
yang menemukan dalil binomial dalam
matematika yang amat
logis dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Mau tambah lagi? Dia
juga, tak lain tak bukan, orang pertama
yang mengutarakan
secara meyakinkan
ihwal asal mula
bintang-bintang. Nah, sekarang soalnya
begini: taruhlah Newton
itu ilmuwan yang
paling jempol dari
semua ilmuwan yang
pernah hidup di bumi. Paling kemilau
bagaikan batu zamrud
di tengah tumpukan
batu kali. Taruhlah
begitu. Tetapi, bisa saja
ada orang yang mempertanyakan
alasan apa
menempatkan Newton
di atas pentolan
politikus raksasa
seperti Alexander Yang Agung atau George
Wasington, serta
disebut duluan
ketimbang tokoh-tokoh
agama besar seperti
Nabi Isa atau Budha Gautama. Kenapa mesti
begitu? Pertimbangan saya
begini. Memang betul
perubahan-perubahan
politik itu penting
kalau tidak teramat
penting. Walau begitu, bagaimanapun juga
pada umumnya
manusia sebagaian
terbesar hidup nyaris
tak banyak beda antara
mereka di jaman lima ratus tahun sesudah
Alexander wafat dengan
mereka di jaman lima
ratus sebelum
Alexander muncul dari
rahim ibunya. Dengan kata lain, cara manusia
hidup di tahun 1500
sesudah Masehi boleh
dibilang serupa dengan
cara hidup buyut bin
buyut bin buyut mereka di tahun 1500 sebelum
Masehi. Sekarang,
tengoklah dari sudut
perkembangan ilmu
pengetahuan. Dalam
lima abad terakhir, berkat penemuan-
penemuan ilmiah
modern, cara hidup
manusia sehari-hari
sudah mengalami
revolusi besar. Cara berbusana beda, cara
makan beda, cara kerja
dan ragamnya beda.
Bahkan, cara hidup
santai berleha-leha pun
sama sekali tidak mirip dengan apa yang
diperbuat orang jaman
tahun 1500 sesudah
Masehi. Penemuan
ilmiah bukan saja
sudah merevolusionerkan
teknologi dan ekonomi,
tetapi juga sudah
mengubah total segi
politik, pemikiran
keagamaan, seni dan falsafah. Sangat
langkalah aspek
kehidupan manusia
yang tetap “jongkok di tempat” tak beringsut sejengkal pun dengan
adanya revolusi ilmiah.
Alasan ini –sekali lagi alasan ini– yang jadi sebab mengapa begitu
banyak ilmuwan dan
penemu gagasan baru
tercantum di dalam
daftar buku ini. Newton
bukan semata yang paling cerdas otak
diantara barisan cerdas
otak, tetapi sekaligus
dia tokoh yang paling
berpengaruh di dalam
perkembangan teori ilmu. Itu sebabnya dia
peroleh kehormatan
untuk didudukkan
dalam urutan hampir
teratas dari sekian
banyak manusia yang paling berpengaruh
dalam sejarah manusia.
Newton
menghembuskan nafas
penghabisan tahun
1727, dikebumikan di Westminster Abbey,
ilmuwan pertama yang
memperoleh
penghormatan macam
itu.

Michael H. Hart, 1978 Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
Baca Terusannya »»  

SEJARAH MARTIN LUTHER

Martin Luther, yang pembangkangannya
terhadap Gereja Katolik
Roma dan melahirkan
gerakan reformasi
Protestan lahir di tahun
1483 di kota Eisleben, Jerman. Dia
memperoleh pendidikan
perguruan tinggi yang
cukup baik dan pada
suatu saat pernah
belajar hukum (tampaknya atas
dorongan sang ayah).
Tetapi, secara
keseluruhan dia tidak
pernah menyelesaikan
pendidikan formal melainkan memilih jadi
pendeta Augustinian. Di
tahun 1512 dia meraih
gelar Doktor dalam
teologi dari Universitas
Wittenberg dan segera sesudah itu terjun aktif
dalam fakultas
jurusannya. Ketidakpuasan dan
keluhan-keluhan Martin Luther terhadap Gereja Katolik
Roma timbul setingkat
demi setingkat. Di
tahun 1510 dia
melakukan perlawatan
ke Roma. Sampai di situ dia terbengong-bengong
kaget bukan kepalang
menyaksikan
pemborosan dan
kemewahan duniawi
para pendeta gereja Katolik. Tetapi, yang
paling mendorongnya
melancarkan protes
adalah terutama segi
perbuatan gereja yang
berkaitan dengan masalah pengampunan
dosa yang dilakukan
oleh gereja. Pada
tanggal 31 Oktober
1517 Martin Luther
menempel poster di pintu gerbang gereja
Wittenberg yang berisi
“sembilan puluh lima
pokok sikap” yang diantaranya melabrak
kemewahan hidup
gereja secara umum
dan kirim tindasan
“sembilan puluh lima
pokok sikap”-nya itu kepada Uskup Mainz.
Selain itu, dicetaknya
pula dan disebar luas ke
mana-mana. Ruang lingkup protes Martin Luther terhadap Gereja Katolik
Roma dengan
kecepatan luar biasa
menjalar dan meluas.
Luther meningkatkan
serangannya ke jantung masalahnya betul:
mengingkari kekuasaan
Paus, Dewan Gereja.
Martin Luther
menegaskan dia cuma
tunduk pada tuntunan Injil dan dengan alasan
pikiran sehat. Bisa
dimengerti, gereja tidak
senang dengan
pendapat Luther ini.
Luther diperintahkan datang menghadap
pembesar-pembesar
gereja dan sesudah
saling dengar pendapat
dan adu argumen serta
perintah supaya Martin Luther mencampakkan
pendapatnya, dia
akhirnya dinyatakan
“murtad” dan dinyatakan bersalah dan dikucilkan
oleh dewan persidangan
(1521) dan semua
tulisan-tulisannya
dinyatakan terlarang
dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mestinya –menurut kebiasaan– Martin Luther mesti dibakar hangus sampai jadi
arang seperti halnya
orang yang membakar
jerami. Tetapi,
pandangan-pandangan
Luther sudah tersebar luas dan mempengaruhi
orang Jerman serta
sebagian kecil
bangsawan-bangsawan
Jerman. Meski Martin
Luther mesti juga pergi sembunyi selama
setahun, dukungan
terhadap dirinya begitu
kuat sehingga dia bisa
terlepas dari hukuman-
hukuman kriminal yang menimpanya. Martin Luther seorang penulis tenar
dan produktif dan
punya pengaruh luas.
Salah satu kerja
besarnya adalah
menterjemahkan Injil kedalam bahasa
Jerman. Ini –tentu saja – membuka pintu bagi
tiap orang yang melek
huruf mempelajari Injil
sendiri tanpa mesti
lewat perantara gereja
atau pendeta. (Kebetulan, terjemahan
yang begitu indah dan
sempurna menyebar
pengaruh luar biasa
terhadap bahasa dan
kesusasteraaan Jerman). Teologi Luther –tentu saja – mustahil bisa dijabarkan di sini
secara ringkas dalam
ruang terbatas. Salah
satu dari gagasan
kuncinya adalah
doktrin perlunya keyakinan terhadap
kepercayaan semata-
mata, suatu gagasan
berdasar tulisan-tulisan
St. Paul. Luther yakin,
manusia menurut kondratnya menjadi
suram karena dosa-
dosanya dan semata-
mata lewat perbuatan
dan kerja lebih baik
saja yang dapat menyelamatkannya
dari kutukan abadi.
Penyelamatan hanya
datang lewat
kepercayaan dan
dengan berkat pengampunan Tuhan.
Karena itu, menurut
Luther, jelaslah sudah
bahwa perbuatan gereja
menjual pengampunan
adalah tidak pada tempatnya dan sia-sia.
Dengan begitu
sekaligus berarti,
pendapat tradisional
yang sudah berkarat
yang menganggap gereja itu perantara
yang tak bisa
disingkirkan antara
seorang Kristen dengan
Tuhan adalah
sesungguhnya sesuatu yang sesat. Jika
seseorang menganut
doktrin Martin Luther,
itu artinya hak hidup
Gereja Katolik Roma
tersapu habis sekali pukul. Selain itu, dalam hal
mempertanyakan
peranan hakiki gereja,
Luther juga
melancarkan protes
terhadap pelbagai macam keyakinan dan
praktek peribadatan
khusus. Misalnya, dia
menolak adanya
purgatory (keadaan
sesudah mati dimana roh memerlukan
penyucian lewat
penyiksaan sementara),
dan dia menolak
kemestian membujang
buat seorang pendeta. Dia sendiri di tahun
1525 kawin dengan
bekas biarawati, punya
enam anak. Luther
meninggal dunia tahun
1546 di Eisleben tatkala sedang dalam
perjalanan
mengunjungi kota
kelahirannya. Martin Luther, tentu
saja, bukanlah seorang
pemikir Protestan
pertama. Seabad
sebelumnya dia sudah
didahului oleh Jan Hus dari Bohemia, dan pada
abad ke-14 seorang
sarjana Inggris John
Wycliffe, malahan di
abad ke-12 seorang
Perancis bernama Peter Waldo dapat dianggap
seorang Protestan
pertama. Tetapi,
pengaruh para
pendahulu Martin
Luther itu dalam gerakannya cuma
punya daya cakup lokal.
Di tahun 1517,
ketidakpuasan terhadap
gereja Katolik sudah
merasuk ke mana- mana. Ucapan-ucapan
Martin Luther sudah
merupakan kobaran api
yang berantai menyebar
ke sebagian besar
kawasan Eropa. Luther karena itu punya hak
yang tak terbantahkan
bahwa dialah orang
yang bertanggung
jawab terhadap sulutan
ledakan dinamit pembaharuan. Konsekuensi yang
paling kentara dari
gerakan Pembaharuan
ini –tentu saja – terbentuknya pelbagai
macam sekte Protestan.
Meskipun Protestan
cumalah merupakan
bagian saja dari
kekristenan secara keseluruhan, dan bukan
pula merupakan bagian
terbesar, tetapi toh
penganutnya
melampaui jumlah para
penganut Buddha bahkan dibanding
dengan umumnya
agama-agama lain. Konsekuensi penting
dari gerakan
Pembaharuan ini
adalah menyebar
luasnya bentrokan
agama bersenjata yang segera menyusul.
Beberapa contoh dari
perang agama (misalnya
Perang Tiga Puluh
Tahun di Jerman yang
bermula tahun 1618 dan baru berakhir
tahun 1648) sungguh-
sungguh suatu
peperangan berdarah
yang menelan banyak
korban. Bahkan selain bentrok senjata,
pertentangan politik
antara Katolik dan
Protestan memegang
peranan penting di
arena politik Eropa selama beberapa abad
mendatang. Pembaharuan juga
memegang peranan
yang ruwet namun
penting dalam
perkembangan
intelektual Eropa. Sebelum tahun 1517
cuma ada satu gereja,
yakni Gereja Roma
Katolik dan tiap
pembangkang dan yang
punya pendapat lain segera dicap “murtad.” Iklim main kemplang
macam itu karuan saja
tidak memberi
kesegaran buat
kebebasan berfikir.
Sesudah pembaharuan karena pelbagai negeri
sudah menerima
prinsip-prinsip
kebebasan berfikir
dalam agama, dengan
sendirinya memberi rasa aman dalam ihwal
melakukan spekulasi
terhadap pelbagai
macam permasalahan. Ada pula pengaruh lain
yang layak dicatat,
kebanyakan tokoh yang
termasuk dalam daftar
di buku ini adalah dari
Inggris, melebihi tokoh- tokoh dari negeri
lainnya. Jerman
menyusul sesudah
Inggris. Dapatlah
dikatakan, daftar
tokoh-tokoh ini sangat kentara didominasi
oleh mereka yang
berasal dari negeri-
negeri Protestan baik
Eropa Utara maupun
Amerika. Jika kita teliti, hanya dua orang
dari daftar (Gutenberg
dan Charlemagne)
hidup sebelum tahun
1517. Sebelum tahun
itu, sebagian besar orang-orang yang
tercantum dalam daftar
buku ini berasal dari
dunia lain dan orang-
orang yang hidup di
negeri yang sekarang terkenal dengan negeri
Protestan secara
perbandingan memberi
sumbangan tak
seberapa besar terhadap
kebudayaan dan sejarah manusia. Ini terang
menandakan betapa
gerakan Protestan atau
gerakan Pembaharuan
bertanggung jawab atas
fakta betapa banyaknya orang-orang termasyhur
dari daerah ini dalam
jangka waktu 450
tahun. Mungkin
perkembangan
kebebasan intelektual di daerah ini
merupakan faktor
utama. Luther tidak
samasekali terbebas
dari kesalahan-
kesalahan. Meskipun
dia seorang
pemberontak terhadap kekuasaan keagamaan,
dia bisa bersikap amat
cupet dan tidak lapang
dada terhadap mereka
yang punya pendapat
berbeda dengannya dalam masalah
keagamaan. Bisa jadi
sikap cupet dan tidak
lapang dada Luther ini
mengakibatkan
peperangan agama di Jerman jauh lebih
sengit dan lebih
berdarah ketimbang
misalnya di Inggris.
Lagi pula, Martin
Luther teramat gawatnya anti Yahudi,
dan tulisan-tulisannya
yang amat keterlaluan
serta hantam kromo
terhadap Yahudi besar
kemungkinan merupakan dorongan
pembuka jalan buat
Hitler berbuat
kekejaman-kekejaman
di abad ke-20. Luther acap kali
menekankan perlunya
kepatuhan kepada
kekuasaan
pemerintahan sipil
yang sah. Besar kemungkinan, latar
belakang pokoknya
adalah karena
penolakannya atas
campur tangan gereja
terhadap pemerintahan sipil. (Jangan lupa,
gerakan Pembaharuan
bukanlah semata-mata
percekcokan teologis,
Sampai tingkat
tertentu dia juga merupakan
pemberontakan
Nasionalis Jerman
melawan pengaruh
Roma, oleh sebab itu
layaklah apabila sebagian gerakannya
memperoleh dukungan
besar dari beberapa
pangeran Jerman).
Lepas dari maksud-
maksud Luther, pernyataannya di atas
mendorong kaum
Protestan Jerman
menerima sikap absolut
dalam hal-hal yang
menyangkut politik. Dan dengan cara itu
pula tulisan-tulisan
Martin Luther turut
melapangkan jalan bagi
era kekuasaan Hitler. Mungkin ada sebagian
orang bertanya-tanya,
apa sebab Martin
Luther tidak diberi
tempat lebih tinggi
dalam daftar urutan buku ini. Sebab
utamanya, kendati
Luther kelihatan punya
arti penting buat orang
Eropa dan Amerika, dia
tidaklah punya makna yang berarti bagi
penduduk di Asia dan
Afrika karena relatif
tidak banyak yang
menganut Agama
Kristen. Sepanjang menyangkut orang
Cina, Jepang atau
India, perbedaan antara
Katolik dan Protestan
tidaklah punya arti
penting bagi mereka. (Hal serupa terjadi pada
orang Eropa yang tidak
begitu tertarik dengan
perbedaan yang ada
antara kaum Sunni dan
kaum Syi’ah dalam Islam). Alasan kedua, Luther
jika ditimbang-timbang,
merupakan tokoh
sejarah yang baru,
karena itu daya
jangkau pengaruhnya dalam sejarah
kemanusiaan. tidaklah
sebesar Muhammad,
Buddha; ataupun Musa.
Lebih jauh dari itu,
dalam masa beberapa abad belakangan ini
kepercayaan orang
terhadap agama
mengalami
kemunduran di Barat,
dan pengaruh agama terhadap permasalahan
manusia dalam waktu
2000 tahun mendatang
tampaknya lebih kecil
ketimbang ribuan
tahun yang lewat. Apabila daya cekam
pengaruh agama
merosotnya
berkelanjutan, Martin
Luther naga-naganya
akan tampak lebih berkurang lagi arti
pentingnya dalam
sejarah kemanusiaan
daripada yang
diperolehnya sekarang. Akhirnya, kita layak
ingat bahwa
percekcokan agama di
abad-abad ke-16 dan
ke-17 sesungguhnya
tidak –dalam jangka panjang – membawa pengaruh bagi
kehidupan orang
banyak seperti halnya
kemajuan ilmu
pengetahuan yang
terjadi pada saat yang berbarengan.
Sesungguhnya, alasan
utama apa sebab Luther
diletakkan didalam
daftar utama lebih atas
dari Copernicus (yang hidup sejaman
dengannya) adalah
karena Luther
memainkan peranan
lebih besar secara
individual didalam gerakan Pembaharuan
Protestan ketimbang
Copernicus dalam
revolusi ilmu
pengetahuan. Situs Web http://
www.educ.msu.edu/
homepages/laurence/
reformation/Luther/
Luther.htm http://www.ctsfw.edu/
etext/luther/ http://www.ccel.org/l/
luther/
Baca Terusannya »»