Senin, 21 Februari 2011

GALILEO GALILEI

Ilmuwan Itali besar ini
mungkin lebih
bertanggung jawab
terhadap perkembangan
metode ilmiah dari
siapa pun juga.
Galileo lahir di Pisa, tahun
1564. Selagi muda
belajar di Universitas
Pisa tetapi mandek
karena urusan
keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia mampu
dapat posisi pengajar di
universitas itu.
Beberapa tahun
kemudian dia
bergabung dengan Universitas Padua dan
menetap di sana hingga
tahun 1610.

Dalam
masa inilah dia
menciptakan tumpukan
penemuan-penemuan ilmiah. Sumbangan penting
pertamanya di bidang
mekanika. Aristoteles
mengajarkan, benda
yang lebih berat jatuh
lebih cepat ketimbang benda yang lebih
enteng, dan
bergenerasi-generasi
kaum cerdik pandai
menelan pendapat
filosof Yunani yang besar pengaruh ini.
Tetapi, Galileo
memutuskan mencoba
dulu benar-tidaknya,
dan lewat serentetan
eksperimen dia berkesimpulan bahwa
Aristoteles keliru. Yang
benar adalah, baik
benda berat maupun
enteng jatuh pada
kecepatan yang sama kecuali sampai batas
mereka berkurang
kecepatannya akibat
pergeseran udara.
(Kebetulan, kebiasaan
Galileo melakukan percobaan melempar
benda dari menara Pisa
tampaknya tanpa
sadar).

Mengetahui hal ini,
Galileo mengambil
langkah-langkah lebih
lanjut. Dengan hati-hati
dia mengukur jarak
jatuhnya benda pada saat yang ditentukan
dan mendapat bukti
bahwa jarak yang
dilalui oleh benda yang
jatuh adalah
berbanding seimbang dengan jumlah detik
kwadrat jatuhnya
benda.

Penemuan ini
(yang berarti
penyeragaman
percepatan) memiliki arti penting tersendiri.
Bahkan lebih penting
lagi Galileo
berkemampuan
menghimpun hasil
penemuannya dengan formula matematik.
Penggunaan yang luas
formula matematik dan
metode matematik
merupakan sifat
penting dari ilmu pengetahuan modern.

Sumbangan besar
Galileo lainnya ialah
penemuannya
mengenai hukum
kelembaman.
Sebelumnya, orang percaya bahwa benda
bergerak dengan
sendirinya cenderung
menjadi makin pelan
dan sepenuhnya
berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang
menambah kekuatan
agar terus bergerak.
Tetapi percobaan-
percobaan Galileo
membuktikan bahwa anggapan itu keliru.
Bilamana kekuatan
melambat seperti
misalnya pergeseran,
dapat dihilangkan,
benda bergerak cenderung tetap
bergerak tanpa batas.
Ini merupakan prinsip
penting yang telah
berulang kali
ditegaskan oleh Newton dan digabungkan
dengan sistemnya
sendiri sebagai hukum
gerak pertama salah
satu prinsip vital dalam
ilmu pengetahuan. Penemuan Galileo yang
paling masyhur adalah
di bidang astronomi.
Teori perbintangan di
awal tahun 1600-an
berada dalam situasi yang tak menentu.
Terjadi selisih pendapat
antara penganut teori
Copernicus yang
matahari-sentris dan
penganut teori yang lebih lama, yang bumi-
sentris. Sekitar tahun
1609 Galileo
menyatakan
kepercayaannya bahwa
Copernicus berada di pihak yang benar,
tetapi waktu itu dia
tidak tahu cara
membuktikannya. Di
tahun 1609, Galileo
dengar kabar bahwa teleskop diketemukan
orang di Negeri
Belanda.

Meskipun
Galileo hanya
mendengar samar-
samar saja mengenai peralatan itu, tetapi
berkat kegeniusannya
dia mampu
menciptakan sendiri
teleskop. Dengan alat
baru ini dia mengalihkan
perhatiannya ke langit
dan hanya dalam
setahun dia sudah
berhasil membikin
serentetan penemuan besar.

Dilihatnya bulan itu
tidaklah rata
melainkan benjol-
benjol, penuh kawah
dan gunung-gunung.
Benda-benda langit, kesimpulannya,
tidaklah rata serta licin
melainkan tak
beraturan seperti
halnya wajah bumi.


Ditatapnya Bima Sakti dan tampak olehnya
bahwa dia itu bukanlah
semacam kabut
samasekali melainkan
terdiri dari sejumlah
besar bintang-bintang yang dengan mata
telanjang memang
seperti teraduk dan
membaur satu sama
lain. Kemudian diincarnya
planit-planit dan
tampaklah olehnya
Saturnus bagaikan
dilingkari gelang.


Teleskopnya melirik Yupiter dan tahulah dia
ada empat buah bulan
berputar-putar
mengelilingi planit itu.
Di sini terang-
benderanglah baginya bahwa benda-benda
angkasa dapat berputar
mengitari sebuah planit
selain bumi.
Keasyikannya menjadi-
jadi: ditatapnya sang surya dan tampak
olehnya ada bintik-
bintik dalam wajahnya.
Memang ada orang lain
sebelumnya yang juga
melihat bintik-bintik ini, tetapi Galileo
menerbitkan hasil
penemuannya dengan
cara yang lebih efektif
dan menempatkan
masalah bintik-bintik matahari itu menjadi
perhatian dunia ilmu
pengetahuan.
Selanjutnya,
penelitiannya beralih
ke planit Venus yang memiliki jangka serupa
benar dengan jangka
bulan. Ini merupakan
bagian dari bukti
penting yang
mengukuhkan teori Copernicus bahwa bumi
dan semua planit
lainnya berputar
mengelilingi matahari.

Ilustrasi dari hukum
daya pengungkit
Galileo dipetik dari
buku Galileo
‘Perbincangan
Matematik dan
Peragaan’ Penemuan teleskop dan
serentetan penemuan
ini melempar Galileo ke
atas tangga
kemasyhuran.
Sementara itu, dukungannya terhadap
teori Copernicus
menyebabkan dia
berhadapan dengan
kalangan gereja yang
menentangnya habis- habisan. Pertentangan
gereja ini mencapai
puncaknya di tahun
1616: dia diperintahkan
menahan diri dari
menyebarkan hipotesa Copernicus.

Galileo
merasa tergencet
dengan pembatasan ini
selama bertahun-tahun.
Baru sesudah Paus
meninggal tahun 1623, dia digantikan oleh
orang yang mengagumi
Galileo. Tahun
berikutnya, Paus baru
ini –Urban VIII– memberi pertanda walau samar-
samar bahwa larangan
buat Galileo tidak lagi
dipaksakan. Enam tahun berikutnya
Galileo menghabiskan
waktu menyusun karya
ilmiahnya yang penting
Dialog Tentang Dua
Sistem Penting Dunia.
Buku ini merupakan
peragaan hebat hal-hal
yang menyangkut
dukungan terhadap
teori Copernicus dan
buku ini diterbitkan tahun 1632 dengan ijin
sensor khusus dari
gereja. Meskipun
begitu, penguasa-
penguasa gereja
menanggapi dengan sikap berang tatkala
buku terbit dan Galileo
langsung diseret ke
muka Pengadilan
Agama di Roma dengan
tuduhan melanggar larangan tahun 1616.

Tetapi jelas, banyak
pembesar-pembesar
gereja tidak senang
dengan keputusan
menghukum seorang
sarjana kenamaan. Bahkan dibawah hukum
gereja saat itu, kasus
Galileo dipertanyakan
dan dia cuma dijatuhi
hukuman enteng.
Galileo tidak dijebloskan ke dalam
bui tetapi sekedar kena
tahanan rumah di
rumahnya sendiri yang
cukup enak di sebuah
villa di Arcetri.

Teorinya dia tidak
boleh terima tamu,
tetapi nyatanya aturan
itu tidak dilaksanakan
sebagaimana mestinya.
Hukuman lain terhadapnya hanyalah
suatu permintaarn agar
dia secara terbuka
mencabut kembali
pendapatnya bahwa
bumi berputar mengelilingi matahari.
Ilmuwan berumur 69
tahun ini
melaksanakannya di
depan pengadilan
terbuka. (Ada ceritera masyhur yang tidak
tentu benarnya bahwa
sehabis Galileo menarik
lagi pendapatnya dia
menunduk ke bumi dan
berbisik pelan, “Tengok, dia masih terus
bergerak!”).

Di kota Arcetri dia meneruskan
kerja tulisnya di bidang
mekanika. Galileo
meninggal tahun 1642. Sumbangan besar
Galileo terhadap
kemajuan ilmu
pengetahuan sudah
lama dikenal. Arti
penting peranannya terletak pada
penemuan-penemuan
ilmiah seperti hukum
kelembaman,
penemuan teleskopnya,
pengamatan bidang astronominya dan
kegeniusannya
membuktikan hipotesa
Copernicus. Dan yang
lebih penting adalah
peranannya dalam hal pengembangan
metodologi ilmu
pengetahuan.
Umumnya para filosof
alam mendasarkan
pendapatnya pada pikiran-pikiran
Aristoteles serta
membuat penyelidikan
secara kualitatif dan
fenomena yang
terkategori. Sebaliknya, Galileo menetapkan
fenomena dan
melakukan pengamatan
atas dasar kuantitatif.
Penekanan yang cermat
terhadap perhitungan secara kuantitatif sejak
itu menjadi dasar
penyelidikan ilmu
pengetahuan di masa-
masa berikutnya. Galileo mungkin lebih
punya tanggung jawab
daripada orang mana
pun untuk penyelidikan
ilmiah dengan sikap
empiris. Dialah, dan bukannya yang lain,
yang pertama kali
menekankan arti
penting peragaan
percobaan-percobaan,
dia menolak pendapat bahwa masalah-
masalah ilmiah dapat
diputuskan bersama
dengan kekuasaan,
apakah kekuasaan itu
namanya Gereja atau kaidah dalil Aristoteles.
Dia juga menolak keras
bersandar pada skema-
skema yang
menggunakan alasan
ruwet dan bukannya bersandar pada dasar
percobaan yang mantap.
Cerdik cendikiawan
abad tengah
memperbincangkan
bertele-tele apa yang harus terjadi dan
mengapa sesuatu hal
terjadi, tetapi Galileo
bersikeras pada arti
penting melakukan
percobaan untuk memastikan apa
sesungguhnya yang
terjadi. Pandangan
ilmiahnya jelas
gamblang tidak berbau
mistik, dan dalam hubungan ini dia
bahkan lebih modern
ketimbang para
penerusnya, seperti
misalnya Newton. Galileo, dapat dianggap
orang yang taat
beragama. Lepas dari
hukuman yang
dijatuhkan terhadap
dirinya dan pengakuannya, dia
tidak menolak baik
agama maupun gereja.
Yang ditolaknya
hanyalah percobaan
pembesar-pembesar gereja untuk menekan
usaha penyelidikan
ilmu pengetahuannya.
Generasi berikutnya
amat beralasan
mengagumi Gahleo sebagai lambang
pemberontak terhadap
dogma dan terhadap
kekuasaan otoriter
yang mencoba
membelenggu kemerdekaan berfikir.
Arti pentingnya yang
lebih menonjol lagi
adalah peranan yang
dimainkannya dalam
hal meletakkan dasar- dasar metode ilmu
pengetahuan modern.

Sumber:
http://www-
groups.dcs.st-and.ac.uk/
~history/
Mathematicians/
Galileo.html

http://galileo.rice.edu/

http://www.hao.ucar.edu/
public/education/sp/
images/galileo.html

http://www.bbc.co.uk/
history/
historic_figures/
galilei_galileo.shtml

Tidak ada komentar:

Posting Komentar